Entrepreneurship

image

Entrepreneurship bisa didefinisikan sebagai menindaki kesempatan dalam pasar dengan maksud mendapatkan laba. Tindakan ini melibatkan kepekaan atas kemungkinan laba, mengatur keuangan, menata sumber daya, dan mengerjakan sebuah proyek hingga selesai. Entrepreneur bisa dianggap sebagai karakter heroik dalam ekonomi karena mereka yang menanggung resiko dengan membawa barang dan jasa baru kepada konsumen. Mengutip Ludwig von Mises dalam Human Action:

Mereka adalah para pemimpin di jalan menuju kemajuan material. Merekalah yang pertama memahami bahwa ada diskrepansi antara apa yang sedang dilakukan dengan apa yang bisa dilakukan. Mereka menebak apa yang ingin dimiliki konsumen dan berniat untuk memberikan hal itu kepada para konsumen.

Entrepreneurship adalah seni, pada setiap bagiannya seperti membuat lukisan atau patung. Dalam masing-masing bidang – menjalankan bisnis dan menghasilkan karya seni – banyak kesamaannya: membuat konsep usaha, mengumpulkan sumber daya dan memadukannya menjadi sesuatu yang baru dan berbeda, mempertaruhkan sumber daya yang bernilai itu dalam menghasilkan sesuatu yang bisa saja kurang bernilai.

Sudah sangat lazim dalam buku teks ekonomi untuk mengabaikan entrepreneur saat membahas mengenai pasar dan kompetisi. Sikap itu menyiratkan bahwa kepekaan akan kemungkinan laba, pengaturan keuangan, manajemen sumber daya dan pengerjaan proyek hingga selesai semua terjadi secara otomatis dalam ekonomi pasar. Padahal tidak. Orang-orang yang nyata dalam darah dan daging mesti bertindak (dan bukan hanya sekali, tapi terus menerus), dan termotivasi untuk mengambil resiko agar usaha bisa berlangsung.

Teori kompetisi sempurna sepenuhnya menghilangkan peran manusia seperti itu. Salah satu alasan peran entrepreneur menjadi terabaikan adalah digunakannya metodologi positivisme. Pendekatan ini mereduksi fenomena ekonomi pada matematika dan grafik. Karena ciri-ciri seperti kepekaan/kewaspadaan, energi, dan semangat yang begitu penting bagi entrpreneurship tidak bisa dimatematikakan dan diletakkan dalam grafik, maka hal-hal seperti itu diabaikan oleh banyak ekonom. Dan kita menemukan sebuah metode yang mengganti peristiwa dunia nyata. Apa yang harus kita lakukan – membuang bagian-bagian kenyataan (seperti ciri-ciri yang telah dsebutkan di atas) yang tidak cocok dengan sebuah metode, atau menemukan sebuah metode yang mengakui dan berurusan dengan bagian-bagian penting dari kenyataan?

Referensi

Dolan, Edwin G., and David E. Lindsay. 1991. Economics. 6th Ed. Hinsdale, Ill.: Dryden Press. Pp. 788-811.

Folsom, Burt. 1987. Entrepreneurs vs. the State. Reston, Va.: Young America’s Foundation.

Gilder, George. 1984. The Spirit of Enterprise. New York: Simon and Schuster. Pp. 15-19.

Kirzner, Israel. 1973. Competition and Entrepreneurship. Chicago: University of Chicago Press.

Mises, Ludwig von. 1966. Human Action. Chicago: Henry Regnery. Pp. 335-38; 1998. Scholar’s Edition. Auburn, Ala.: Ludwig von Mises Institute. Pp. 332-35.

Rothbard, Murray N. 2004. Man, Economy, and State with Power and Market. Auburn, Ala.: Ludwig von Mises Institute. Pp. 588-617; 1970. Man, Economy, and State. Los Angeles: Nash. Pp. 528-55.

Manado, 18 Februari 2016

diterjemahkan oleh amato dari buku The Concise Guide to Economics, 3rd Edition; chapter 2, karya Jim Cox.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s